Friday, 4 December 2015

Sedia kita semoga di iya kan Tuhan kelak.

Ah..berbicara tentang kita memang tidak akan ada habis nya. Kita,waktu dan jarak adalah ruang dimensi yang seharusnya selalu berdamai. Tetapi rindu terkadang kuat menggoyahkan semangat yang berapi-api itu.semangat menunggumu, tak jarang aku marah tak beralasan.menangis kacau dan itu pun tak tahu alasan nya dan untuk apa. Seperti drama,tapi wanita memang seperti itu jika rindu tak mampu lagi menunggu.
Aku...
Menyukaimu saat kita sangat serius berbicara tentang banyak hal. Aku yang terkadang hampir menyerah.yaah,hampir menyerah.aku pernah memikirkan nya sedikit walau hatiku tak mungkin meluruskan niat itu.aku terkadang menyerah dan kamu..kata kata yang kamu ucap dengan suara yang sedikit parau menguatkan ku." Sabar ya sayang..."
Tinggal sedikit lagi

Aku hening, hanya berbicara di telpon dan aku bisa merasakan sakitnya hatimu dengan kataku.maafkan kesalahan itu...aku berjanji tidak melakukannya lagi.
Aku akui aku sering menangis untuk kita ,tapi aku malah tidak suka jika kamu yang menangis untuk kita dan itu karena kesalahanku.
 Dan untuk kesekian kali kamu tak pernah memarahiku dan"ia ga apa-apa sayang, itu pasti karna kamu kangen....yang sabar kita yah,aku juga kangen bgt tau" kata kata itu yang terdengar lirih ditelingaku.
Ahh,😢  kenapa aku selalu saja membuatnya sedih.
Aku tahu kita berdua sedia selalu jalan beriringan walau tak berdampingan, setujuan walah langkah kaki tak selalu beriringan. Sedia kita ini semoga dimudahkan Tuhan. 
Aku mencintaimu jiwaku yang lain,tetaplah pribadi yang selalu membuatku paham arti kesungguhan.

No comments:

Post a Comment